Patut Bangga! Ternyata Indonesia Menjadi Wakil Pertama Asia di Piala Dunia

Indonesia Menjadi Wakil Pertama Asia di Piala Dunia

Piala dunia adalah kompetisi sepakbola internasional yang diselenggarakan oleh FIFA (Fédération Internationale de Football Association) setiap empat tahun sekali dengan melibatkan 32 tim nasional putra senior yang sebelumnya telah berhasil melalui babak kualifikasi, termasuk tim tuan rumah yang lolos otomatis.

Tak dapat dipungkiri lagi bahwa piala dunia menjadi momen yang sangat dinantikan oleh banyak pecinta olahraga sepakbola di seluruh penjuru dunia, bahkan bukan hanya pecinta sepakbola saja tapi dari berbagai kalangan tertentu pun juga ikut antusias menyambutnya tanpa terkecuali agen sbobet. Tinggal menunggu beberapa bulan ke depan lagi, kita bakal disuguhi tontonan menarik yang penuh aksi dan drama dalam kejuaraan sepakbola bergengsi sejagat raya tahun ini yang dijadwalkan akan berlangsung di Rusia.

Sebanyak 32 negara dipastikan berpartisipasi dalam ajang empat tahunan tersebut dengan komposisi, 14 negara dari wakil Eropa, 5 negara berasal dari Amerika Selatan, 3 negara Amerika Tengah dan Utara, 5 wakil Afrika, dan 5 peserta berasal dari Asia. Untuk zona Asia sendiri, kali ini masih diwakili oleh tim-tim kuat seperti Iran, Jepang, Korea Selatan, Arab Saudi, dan Australia.

Kejuaraan yang sudah diadakan sejak 1930, kecuali di tahun 1942 dan 1946 akibat Perang Dunia II tersebut meninggalkan begitu banyak cerita ataupun kenangan sendiri bagi kita semua, termasuk ketika timnas Indonesia yang diketahui pernah berlaga di kompetisi se-elite ini.

Nah, pasti kebanyakan dari kita masih ada yang tidak menduga hal ini terjadi bukan? Tapi itulah faktanya, bahkan negara ini tercatat sebagai tim pertama yang mewakili Asia di piala dunia dan sudah mendapat pengakuan FIFA untuk masalah terkait. Semua terungkap ketika mereka melakukan sebuah sesi tanya jawab di media sosial, twitter.

Dilansir dari laman Bolasport.com, berikut isi kicauan FIFA “tim Asia manakah yang pertama kali tampil di piala dunia? Hindia Belanda, yang saat ini dikenal dengan Indonesia tampil dalam edisi 1938 di Perancis.”

Meski Indonesia masih berada di bawah nama Dutch East Indies (Hindia Belanda) kala tampil di piala dunia 1938, namun kita patut mengapresiasinya. Hindia Belanda sendiri lolos ke putaran piala dunia tersebut bak sebuah hadiah karena wakil Asia lainnya, Jepang, mengundurkan diri akibat masalah perang. Memang saat itu hanya ada dua tim yang memperebutkan satu jatah tiket di zona Asia.

Perjalanan Hindia Belanda sewaktu di piala dunia 1938

Piala dunia 1938 adalah edisi ketiga piala dunia yang digelar mulai dari tanggal 5 Juni hingga 19 Juni di Perancis, yang hanya terdiri atas 16 tim dalam kompetisi itu termasuk salah satunya Hindia Belanda. Ini merupakan suatu kebanggan tersendiri bagi sepakbola Indonesia, sebab hal itu bukan hanya menjadi debut putaran final saja melainkan juga menjadi simbol perkenalan Hindia Belanda di kancah internasional dengan segala keterbatasannya.

Sebelum menekuni piala dunia 1938, surat kabar Tionghoa berbahasa Melayu, Sin Po, sempat memberitakan setiap jengkal perjalanan Hindia Belanda selama di luar negeri termasuk ketika melakoni pertandingan persahabatan pada 27 Mei 1938 kontra HBS yang berakhir imbang 2-2, dan sekaligus edisi 2 Juni 1938 saat melawan Haarlem dengan skor akhir 5-3.

Akan tetapi serangkaian hasil positif tersebut ternyata belum serta-merta membuat Hindia Belanda tampil cemerlang dan efektif setibanya di Perancis. Mengusung formasi 2-3-5, Indonesia dipaksa takluk di laga perdana saat bertanding melawan Hungaria dengan skor 6-0 di Reims Stadium, Perancis, 5 Juni 1938.

Hingga rehat babak pertama, gawang Indonesia yang sewaktu itu dijaga oleh Mo Heng sudah kebobolan empat gol lewat masing-masing pemain Hungaria bernama Vilmos Kohut pada menit ke-14, disusul Geza Toldi (16′), Gyorgy Sarosi (25′), serta Gyula Zsengeller (30′).

Hindia Belanda semakin dibuat tak berdaya memasuki paruh waktu babak kedua setelah Sarosi dan Zsengeller kembali menyarangkan gol tambahan di menit ke-67 dan 88. Skor akhir 6-0 untuk kemenangan Hungaria atas Indonesia pun bertahan hingga full time (2×45 menit).

Jadi demikian Hindia Belanda terpaksa mesti mengepak koper lebih dini akibat gagal melaju ke babak berikutnya, karena di piala dunia 1938 tersebut menggunakan sistem gugur seperti di dua edisi sebelumnya (1930 dan 1934). Dengan hasil ini Indonesia tidak hanya tercatat sebagai wakil Asia pertama di piala dunia saja namun juga menjadi satu-satunya tim yang paling sedikit memainkan pertandingan dan diikuti minimnya jumlah gol (0 gol) dalam sejarah piala dunia FIFA.

Sementara perjalanan timnas Hungaria di piala dunia 1938 itu sendiri terbilang cukup apik hingga sukses menjadi runner-up.

Berikut adalah daftar skuad timnas Hindia Belanda/Indonesia sewaktu di piala dunia 1938 beserta klub asalnya, yang kami himpun dari sumber Tribunnews.com

  • Depan: Tan Hong Djien (Tiong Hoa Soerabaja), Tan See Han (HBS Soerabaja), Isaac “Tjaak” Pattiwael (VV Jong Ambon Tjimahi), Suvarte Soedarmadji (HBS Soerabaja), M.J. Hans Taihuttu Voetbal Vereniging (VV Jong Ambon Tjimahi), R. Telwe (HBS Soerabaja), Herman Zomers (Hercules Batavia)
  • Tengah: G.H.V.L. Faulhaber (Djocoja Djogjakarta), Frans Alfred Meeng (SVBB Batavia), Achmad Nawir (HBS Soerabaja), Anwar Sutan (VIOS Batavia), G. van den Burgh (SVV Semarang)
  • Belakang: Dorst, J. Harting Houdt Braaf Stand (HBS Soerabaja), Frans G. Hu Kon (Sparta Bandung), Teilherber (Djocoja Djogjakarta)
  • Kiper: Tan “Bing” Mo Heng (HCTNH Malang), Jack Samuels (Hercules Batavia)
  • Pelatih: Johannes Mastenbroek (Belanda)

Mengulik Berbagai Hal Ketika Indonesia Melakukan Debut Pertamanya di Piala Dunia 1938

Apakah Anda terlahir di era 30-an dan seorang penikmat tontonan bola? Jika ya, tentu Anda pernah menyaksikan di layar televisi bagaimana penampilan timnas Indonesia, atau dulunya dikenal dengan sebutan Hinida Belanda saat melakoni ajang piala dunia 1938 yang diadakan di Perancis. Pada debut pertamanya, yang sewaktu itu tim Indonesia di asuh oleh pelatih bernama Johannes Christoffel van Mastenbroek harus menelan pil pahit akibat kekalahan atas Hungaria 0-6. Disaat bersamaan langkah Hindia Belanda pun juga turut terhenti.

Meski begitu, rupanya ada banyak hal yang terjadi dalam pertandingan tersebut yang mungkin saja tak pernah Anda sadari ataupun luput dari pandangan Anda. Pasti Anda penasaran bukan, hal apa saja itu? Baiklah, kami akan menginformasikannya kepada Anda beberapa kejadian unik dan menarik pada laga perdana Indonesia di pentas piala dunia 1938 berdasarkan berbagai sumber terpercaya yang ada.

1) Kapten kedua tim adalah dokter

Benarkah kapten kedua tim (Indonesia dan Hungaria) yang bermain di piala dunia 1938 merupakan dokter? Hmm ternyata memang betul. Sebagaimana dikutip dari Java Post, menyebut jika pemain sekaligus kapten tim bernama Achmad Nawir (Indonesia) dan Gyorgy Sarosi (Hungaria) rupanya memiliki gelar dokter bahkan sempat menekuni profesi sebagai dokter.

2) Pakai kacamata belajar saat bertanding

Pernahkah Anda melihat seorang pesepakbola ketika bertanding menggunakan kacamata, apalagi kacamata yang dipakai adalah kacamata belajar? Pasti Anda merasa heran bukan? Nah bukan Edgar Davids eks pemain Juventus lho, meski memang selama menjalani karir profesionalnya ia mengenakan kacamata tapi itu pun bukannya kacamata belajar melainkan kacamata hitam khusus akibat dirinya mengalami gangguan mata.

Lalu siapa sih pemain yang dimaksud? Dia adalah Achmad Nawir, mantan pemain sekaligus kapten tim Indonesia. Dirinya turun ke lapangan dengan menggunakan kacamata belajar saat melakoni debut pertamanya membela panji timnas Indonesia kontra Hungaria di kancah piala dunia 1938.

3) Negara Asia pertama di piala dunia

Kendati Indonesia bukanlah negara Asia langganan di piala dunia seperti halnya Jepang, Korea Selatan, Arab Saudi, dan Australia – namun kita patut bangga bahwa Indonesia menjadi negara Asia yang pertama kali mentas di piala dunia, tepatnya pada edisi ketiga tahun 1938 silam. Hal ini mendapat persetujuan dari FIFA, sebagai induk olahraga sepakbola dunia. Walau ketika itu Indonesia masih berada di bawah nama Hindia Belanda.

4) Lolos tanpa mengikuti babak kualifikasi

Sebenarnya, masuknya Indonesia ke piala dunia 1938 bisa dikatakan keberuntungan sebab waktu itu kandidat di zona Asia yang lainnya, Jepang, mengundurkan diri akibat konflik perang. Dan disana hanya ada dua tim yang memperebutkan satu jatah tiket untuk lolos. Jadi, Hindia Belanda berhasil melaju ke putaran final piala dunia 1938 tanpa harus bersusah payah melalui babak kualifikasi bersua Jepang donk? Ternyata begitu toh ceritanya…

5) Indikasi curang

Mungkin banyak orang yang tak mengira bila terjadi keanehan dalam pertandingan Indonesia kontra Hungaria di piala dunia 1938 yang saat itu Indonesia menelan kekalahan sangat telak 0-6 dari Hungaria. Terendus indikasi kecurangan di pertandingan tersebut, dimana hal itu terungkap dari para skuad timnas Hindia Belanda.

Dirilis dari sumber Java Post, para pemain mengakui kalau gaya permainan daripada Hungaria sangat kasar layaknya pengen menciderai. Bukan hanya itu saja bola yang digunakan juga terlalu lembut, tidak seperti di Indonesia yang bolanya agak keras. Meski waktu itu skuad Indonesia sempat melakukan protes kepada pengadil lapangan (wasit) asal Perancis, Roger Conrie, namun dia enggan menghiraukannya. Diduga, wasit tersebut telah berpihak ke tim Hungaria.

6) Seragam timnas dan wasit yang terlihat lucu

Seragam yang dipakai oleh kedua tim pada pertandingan piala dunia 1938 antara Indonesia vs Hungaria terkesan lucu, bahkan bukan hanya kostum mereka saja melainkan juga wasitnya. Bayangkan, ditonton oleh sekitar 9,000 jumlah penonton yang hadir di stadion (catatan resmi FIFA), timnas Hungaria mengenakan seragam serba putih, sedangkan Hindia Belanda memakai kaos oranye, celana putih pendek dan kaus kaki biru muda.

Beberapa orang yang bertindak sebagai perangkat pertandingan seperti wasit (Roger Conrie), disusul dua hakim garis (Carl Weingartner – Jerman) dan (Charles Adolphe Delasalle – Perancis) juga tak mau kalah untuk masalah penampilan. Disana mereka tampil rapi dan modis namun agak lucu bila dilihat lantaran mereka memakai jas lengkap dengan dasi berpadu celana pendek.

7) Tiga pemain bermarga Tan

Sewaktu berlaga di piala dunia 1938, Indonesia lebih banyak mengandalkan pemain keturunan Cina termasuk marga Tan. Ada tiga nama pemain bermarga Tan selama periode Hindia Belanda yaitu Tan “Bing” Mo Heng (kiper), serta penyerang Tan Hong Dijen dan Tan See Han.

Jadi itulah hal-hal yang ada atau pernah terjadi selama debut pertamanya Indonesia di piala dunia 1938 lalu. Dengan demikian kami ingin menyimpulkan bahwa FIFA secara resmi mengakui kalau timnas Hindia Belanda adalah Indonesia, yang juga dinyatakan sebagai wakil asia pertama yang tampil di piala dunia. Meski Indonesia kalah di pertandingan perdana melawan Hungaria dan harus angkat kaki lebih awal di kompetisi tersebut, tapi kita mesti berbangga pada negara ini. Dan ingat, belum tentu negara Asia lainnya bisa seberuntung Indonesia mentas di piala dunia. Lantas kapan lagi ya bisa menyaksikan Indonesia berlaga di piala dunia, sedangkan 2018 ini sudah diisi penuh oleh 32 tim kuat nan tangguh dari berbagai negara. Ya, kita doakan saja ya sob semoga Indonesia dapat kembali berkiprah di piala dunia berikutnya…