Mari Ketahui, Bagaimana Cara Untuk Mengasuh Dan Mendidik Seorang Anak

Bagaimana Caranya Untuk Mengasuh Seorang Anak?

Dalam mengarungi bahtera rumah tangga, pastinya kamu dan juga istri mempunyai sebuah keinginan yakni memiliki seorang momongan atau anak, benar tidak? Namun, sebelum memiliki seorang anak dan menjalin hubungan ketingkat lebih serius yakni berumah tangga, pernah tidak kamu dengan si doi (sebutan saat masih masa pacaran) berangan-angan dan berargumen “jika nanti sudah menikah, mau punya anak berapa?”. Kalau saya sih jujur pernah berkata demikian terhadap istri. Bagaimana dengan kamu? Hanya dirimulah yang tahu itu!

Yaps, menjalani kehidupan rumah tangga yang baik tidak hanya membutuhkan faktor ekonomi saja (meski itu penting) melainkan mempunyai seorang anak merupakan dambaan dan kebahagiaan bagi diri kita sebagai manusia normal. Allah telah menciptakan dua sosok manusia yaitu lelaki dan wanita untuk saling berpasangan yang secara turun-temurun dapat membina rumah tangga sampai memiliki seorang anak.

Nah, pada saat sudah memiliki seorang anak, setiap orang tua tentunya amat menginginkan anaknya dapat bertumbuh-kembang secara baik dan optimal, tepatkah pernyataan dari saya ini? Yah, nggak mungkin orang tua yang dengan teganya melantarkan anaknya begitu saja.

Yups, di masa balita adalah dimana sel otak seorang anak mulai berkembang sangat pesat. Pada ketika itu pula, balita mempunyai kemampuan yang luar biasa dalam menyerap berbagai hal seperti misalnya kepandaian dan kepintaran yang ditangkap dari sekitar lingkungannya. Yah, tentu kamu sebagai orang tua tidak menginginkan hal terburuk terjadi pada anakmu bukan? Namun, tidak sedikit orang tua yang kurang mengetahui Bagaimana Cara Untuk Mengasuh Dan Mendidik Seorang Anak.

Nah jika kamu berada dalam kasus yang serupa, jangan khawatir. Kamu bisa mempelajarinya lewat informasi yang bakal saya sampaikan dibawah ini:

Mengasuh dan Mendidik Seorang Anak versi Agama (Keyakinan), Jiwa Serta Raga:

1. Beri ASI

Ketika kamu baru saja menjadi seorang ibu atau melahirkan anak, berilah mereka ASI (air susu ibu). Mengapa demikian? Menurut penelitian, ASI mengandung banyak gizi yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh si jabang bayi. Selain itu juga bisa meningkatkan kecerdasan otak, sebagai asupan makanan dan minuman bayi dan sebagai antibody penahan terjangkitnya virus dari luar.

2. Latihan berbicara

Seorang peneliti dari Sydney University mengatakan bahwa jika ingin mengajak berbicara pada bayi tidak harus dengan pujian atau guyonan. Meskipun seorang bayi belum bisa berbicara, tetapi terkadang mereka dapat merespon perkataanmu dengan sebuah ekspresi. Bukan hanya itu, otak bayi juga akan mengalami penyerapan sebegitu pesat sampai semakin lama dan banyak kosakata yang didengarnya maka semakin cepat pula mereka pandai berbicara.

3. Memberi nama yang baik dan mendoakannya

Dalam kepercayaan umat beragama (walau ada yang percaya ataupun tidak), pada saat melahirkan seorang anak tentu kita akan segera memikirkan sebuah nama yang bakal kita berikan kepada anak. Dalam hal tersebut, memilah-milih bakal calon nama yang baik buat anak kita adalah pertimbangan yang tepat.

Menurut sejumlah orang, sebuah nama yang disematkan kepada anak kita dapat menjadi makna tersendiri untuknya ke depan. Oleh karena itu, berpikir dan mencari tahu lebih dulu apa makna dibalik sebuah nama itu sangat penting untuk kamu lakukan serta tidak lupa agar selalu mendoakannya.

4. Menceritakan kisah teladan

Selain memberikan nama yang baik, salah satu cara lainnya dalam mengasuh dan mendidik seorang anak yaitu kamu harus mampu membagi sedikit waktu luang untuk bercerita. Pada tahap ini, kamu perlu memberitahui mereka seputar kisah para teladan. Hal tersebut akan menumbuhkan rasa cinta, kasih sayang, dan akhlak bermoral mereka terhadap orang-orang yang berada di sekitar kehidupannya.

5. Penanaman aqidah dan tauhid yang kuat

Ini merupakan salah satu cara untuk bagaimana orang tua mengajari anaknya mengenali siapa dirinya dan siapa Tuhannya. Ajarilah mereka mengenai ilmu aqiqah dan tauhid dengan sederhana dimana ini bakal membantu mereka mendasari kepercayaan serta keyakinan agamanya.

6. Ajarkan mereka untuk selalu bersyukur

Cara lain dalam mengasuh dan mendidik seorang anak untuk hidup dijalan yang benar yakni mengajari mereka sejak usia dini agar selalu bersyukur. Itu merupakan cara terbaik dalam meningkatkan kedisiplinan, rasa bersyukur yang tinggi dan tidak terlalu berharap akan kebaikannya terhadap orang lain mendapat balasan yang setimpal (ikhlas).

7. Tanamkan jiwa kepemimpinan

Khususnya bagi anak lelaki. Seorang anak lelaki, kelak mereka bertumbuh dewasa akan menjadi pemimpin, misalnya ketika mereka telah berumah tangga. Ada hal lainnya ketika anakmu mempunyai jiwa seorang kesatrian/pemimpin seperti diantaranya tegas, bijaksana, mandiri, bertanggung jawab, berani, dan sebagainya.

Mengasuh dan Mendidik Seorang Anak versi Semua Hal:

8. Dukungan tak terbatas

Kita sebagai manusia yang tinggal dan hidup di bumi ini, bukanlah menyendiri atau tidak memerlukan orang lain. Oleh karena itu, kamu yang bertindak sebagai orang tua harus dapat memberikannya dukungan ekstra perihal tersebut, termasuk mendukung apa yang di cita-citakannya.

9. Bermain bersama

Jika selama ini anakmu selalu terkekang untuk dapat bermain, maka enyahkanlah itu dari konsepmu. Namun bukan berarti kamu harus meniadakan larangan atau aturan yah? Apabila kamu melarangnya untuk keluar rumah dan bermain dengan temannya di sementara waktu serta pada saat itu pula kamu melihatnya dalam keadaan suntuk atau sedikit stress, ajak mereka untuk bermain bersama.

Tidak perlu bermain di luar rumah, ajak saja mereka manari, mendengarkan musik, main ular tangga, menonton film animasi atau menonton film anak era 90-an dimana kamu bisa sedikit mengenang masa lalu sambil melakukan sesi tanya jawab maupun canda-tawa dengan anakmu.

10. Jangan terlalu memanjakannya

Terlalu memanjakan anak sejak dini sangatlah tidak baik untuk perkembangan anak, mereka akan terbiasa dengan jalan yang mudah ketika ingin mendapatkan sesuatu. Hal tersebut akan berakibat fatal jika suatu saat nanti keinginannya tidak terpenuhi atau dikabulkan dimana mereka segera menunjukan sikap membangkang pada kamu.

Oleh karena itu, kamu sebagai orang tua jangan terlalu memanjakan mereka, perlakukan mereka secara baik dan sewajarnya saja, oke.

11. Jangan pernah memberi hukuman terhadap fisiknya

Tidak jarang orang tua pada era seperti sekarang ini, merasa marah dan kesal akan kelakuan nakal dari anaknya. Yang lebih parahnya lagi, sampai tega untuk memberikan hukuman terhadap fisiknya dengan dalih ingin membuat mereka takut, patuh dan jera. Memukul, menyabet dengan ikat pinggang, ataupun lainnya pada bagian tubuh mereka hanya membuat penderitaan fisik hingga mental anakmu saja. Ingat, kekerasan bukanlah jalan yang benar dalam mengasuh dan mendidik seorang anak.

Jadi, ketika mereka berbuat sedikit kesalahan, cobalah untuk menegur, menasehati dan mengarahkannya dengan ucapan-ucapan halus serta berwibawa. Tegas bukan berarti kejam!

12. Menjaga kesehatan

Apa yang sering kamu lakukan dalam menjaga kesehatan? Mengkonsusmi makanan dan minuman empat sehat lima sempurnakah? Atau dengan berolahraga? Namun, bukan hanya itu saja cara terbaik untuk dapat hidup sehat akan tetapi berolahraga sekaligus berjemur matahari pagi hari juga sama-sama bermanfaat.

Yaps, jika kamu mempunyai tubuh yang bugar dan cukup prima, maka itu akan menjadikan sebuah panutan yang amat baik dimata anakmu. Cobalah beberapa aktivitas yang dapat membuat kesehatanmu meningkat, dan jangan lupa untuk selalu mengikutsertakan mereka (anakmu) juga yah?

13. Jangan berbohong

Jangan sekali-kali kamu pernah memberikan panutan terhadap anak untuk berbohong. Cobalah untuk sedikit terbuka dengan anakmu. Bukan hanya kamu saja yang mesti ngomong blak-blakan dengan mereka, ajari mereka agar bisa welcome ketika berbicara denganmu, baik itu menyangkut perasaannya, ataupun kendala-kendala yang dihadapinya.

Ingat, jangan membiasakan seorang anak untuk tertutup perihal perasaan mereka saat berbincang denganmu. Dengan cara inilah kamu dianggap mampu mendidiknya serta menjadi pelajaran berarti baginya untuk berlaku jujur dalam kehidupan.

14. Kesabaran dan ketegaran

Ini merupakan salah satu cara lain mengasuh dan mendidik seorang anak. Disini, kamu harus dapat mencontohkan bagaimana caranya bertindak sabar dan tegar kala suatu masalah terjadi di keluargamu. Secara otomatis, mereka akan serta-merta mengikuti setiap perilaku yang kamu tampilkan dihadapan mereka.

15. Ajak anak bervakansi

Dalam hal ini, mengajak anak dan istri untuk bervakansi merupakan sebuah jalur alternatif yang harus kamu lakukan. Sebagai bahan pertimbangan, kamu tentu pernah merasakan kebosanan, kejenuhan maupun kepenatan di dalam kesehariamu bukan? Tentu hal demikian juga berlaku pada anak-istrimu.

Nah, dengan cara bervakansi atau berliburan mungkin akan sangat berarti bagi keluargamu. Misalnya saja menjaga keharmonisan rumah tangga, serta mendidik anakmu untuk mengenal kehidupan di luaran sana, tentunya juga sebagai obat dalam me-refreshing otak dan suasana hati mereka yang sedang galau.

Cobalah untuk mencari tahu beberapa kawasan di Indonesia yang memiliki tempat pariwisata menawan kayak seperti di alam bebas, pegunungan, perairan, dll. Jika kamu dengan keluarga lebih berminat melakukan travelling ke luar negeri, masih ada kok tempat paling eksotis di pulau Madagaskar. Yah, mau dimanapun tujuannya pada intinya adalah keluargamu bisa merasa senang dan bahagia.


Yaps itulah sedikit informasi terkait bagaimana cara untuk mengasuh dan mendidik seorang anak yang dapat saya sampaikan. Secara garis besar saya bisa menyimpulkan bahwa setiap anak membutuhkan perhatian, kasih sayang, cinta, dukungan, motivasi dan pengertian oleh orang tuanya. Maka dari itu, bersikaplah bijaksana dalam memutuskan suatu pertimbangan yang lebih ekstra terhadap anakmu.

Semoga informasi ini dapat bermanfat dan berguna bagi kamu yah? Terima kasih dan sampai bertemu kembali di lain artikel selanjutnya.