Jika Anak Anda Menelan Suatu Benda, Apa Yang Harus Dilakukan?

Seorang balita menelan suatu benda

Dewasa ini, bayi atau anak yang sedang dalam masa tumbuh-kembang sangat menyenangi aneka macam benda, seperti mainan misalnya. Di tahap seperti ini, anda sebagai orang tua mesti mempunyai waktu ekstra untuk memantau setiap gerak-gerik mereka demi menghindari suatu hal yang tidak diinginkan. Selain itu, mengetahui cara untuk mengasuh dan mendidik seorang anak itu, juga amat sangat dianjurkan kepada anda, agar mereka dapat mengerti keadaan ruang lingkup yang mereka ‘pijaki’ sekarang ini.

Anda mungkin sudah tahu bahwa seorang bayi atau anak di masa tersebut, akan sangat aktif dan pengen sekali mengenal serta mengetahui apa yang ada di sekitar mereka. Pada umumnya pula, mainan dapat menjadi suatu objek yang paling disukai anak. Namun, pernah nggak terpikir oleh anda, mainan itu bisa menimbulkan masalah, lebih tepatnya sih ketika tertelan. Mengapa demikian? Yah, itu karena terkadang mereka selalu punya rasa penasaran sehingga membuatnya pengen ‘mencicipi’ bahkan menelan mainan tersebut. Bukan hanya mainan saja, melainkan masih ada benda lainnya dari mulai berukuran besar maupun kecil seperti uang logam, biji buahan, kertas, klereng, kancing, baterai jam tangan,  dll termasuk benda favorit yang berada di sekitar mereka juga dimasukkan ke dalam mulut.

Meski belum ada data jelas terkait bahaya kematian akibat menelan suatu benda, tetapi diperkirakan 500-1000 anak di negara Amerika Serikat tiap tahunnya meninggal lantaran mainan.

Tanda-Tanda Anak Menelan Suatu Benda

Seorang balita tampak sedang menggigit ponsel. Awas bahaya!

Seorang anak kecil tentu memiliki resiko yang cukup besar untuk tertelan suatu benda asing atau non asing, setidaknya apa yang dilihat dan dipegang olehnya yang berada di sekitar mereka. Karena itulah, anda sebagai orang tua harus mengetahui bagaimana tanda-tanda dari seorang anak telah menelan suatu benda. Berikut:

1. Tersedak

Ketika anda melihat anak dalam kondisi tersedak-sedak, maka anda wajib mewaspadainya. Apalagi saat anda tahu bahwa mereka sedang berada di area yang sangat penuh dengan benda-benda atau bahkan mainannya sendiri. Anak tersedak juga menunjukkan wajah yang memerah.

2. Sulit bernafas

Saat anak anda terlihat sulit bernafas, itu juga merupakan salah satu tanda bahwa mereka sedang mengalami sumbatan di sistem pernafasan. Hal tersebut bisa saja terjadi lantaran saluran tenggorokan mereka terhambat suatu benda. Sulit bernafas akan mempengaruhi rasa sakit di bagian dada dan wajah juga bakal memerah.

3. Batuk

Batuk memang sangat menyebalkan dan dapat disebabkan oleh berbagai macam penyebab yang bisa menimbulkan penyakit. Namun, ketika batuk tersebut secara tiba-tiba timbulnya, maka itu harus lebih diteliti lagi, apa benar itu akan mengalami batuk atau masalah lainnya. Hal ini juga berlaku pada saat anak anda mengalami begitu. Kalau demikian, seharusnya anda bertanya dalam diri, mungkinkah ada sesuatu benda yang nyangkut di tenggorokan sehingga mereka merasa risih dan segera membatukkannya.

4. Muntah

Jika batuk yang dialami anak juga disertai dengan perasaan ingin muntah, maka itu bisa menjadi salah satu pertanda lainnya bahwa mereka telah menelan suatu benda.

5. Bunyi nafas berbeda

Tidak hanya sulit bernafas saja, melainkan bunyi nafas yang berbeda juga dapat menandai anak anda baru menelan benda asing. Mengapa demikian? Itu dikarenakan saluran pernafasan mereka yang menyempit.

Selain kelima hal diatas, masih terdapat tanda-tanda lainnya dari seorang anak ketika menelan suatu benda seperti mereka sering meneteskan air liur, mengeluhkan sesak nafas, kurang nafsu makan, panas tinggi yang tak kunjung membaik, dan menderita sakit perut akibat sistem pencernaan yang terganggu.

Bagaimana Cara Penanganan Saat Anak Menelan Suatu Benda?

Cara penanganan ketika saat anak menelan benda asing

Ketika anda melihat beberapa tanda atau salah satu diantara tanda yang telah menyebabkan anak menelan suatu benda, maka anda harus melakukan pertolongan pertama dengan cara:

  • Ambil posisi membelakangi tubuh anak,
  • Letakkan mereka diatas lutut anda,
  • Tepuk layak mendorong bagian punggung belakang mereka,
  • Kemudian, elus perlahan ke arah atas pada pundak hingga lehernya
  • Dengan demikian mereka akan memuntahkannya.

Catatan saat melakukan pertolongan pertama:

  1. Jika anak pingsan, coba berikan mereka nafas buatan,
  2. Jangan pernah mencolok ke dalam mulut mereka dengan jari anda,
  3. Berikan mereka obat perangsang muntah,
  4. Semua tahap perlu dilakukan dengan perlahan dan jangan pernah panik.

Jika pertolongan pertama sudah dilakukan, dan tak menemukan hasil, anda harus secepatnya merujuk mereka ke dokter untuk mendapatkan bantuan secara medis.

Tips Untuk Menghindari Anak Agar Tak Menelan Benda

Tips hindari anak menelan benda

  • Awasi anak saat sedang asyik bermain dengan mainannya, baik itu mainan besar ataupun kecil.
  • Jangan pernah membiasakan anak untuk makan sambil berjalan/berdiri, bujuk mereka untuk selalu duduk ketika makan.
  • Tidak memberikan mereka permen, apalagi permen karet sebelum usianya 4-6 tahun.
  • Jauhkan benda berbahaya dari jangkauan anak.
  • Intinya, anda harus lebih ekstra mengawasi gerak-gerik, tingkah laku, dll yang dilakukan mereka.

Kesimpulan yang saya dapatkan dari tulisan artikel Anak Anda Menelan Suatu Benda, yakni:

  • Jangan pernah meremehkan suatu masalah biarpun itu tampak kecil, namun akibatnya dapat sangat berbahaya.
  • Jangan anggap bahwa anak yang mulai beranjak batita itu sudah mengerti apa yang ada di lingkungan mereka, karena anak dengan seumuran begitu masih membutuhkan perhatian khusus, apalagi itu merupakan usia dimana seorang anak ingin mengetahui dan/atau mengekplorasi yang dilihatnya. Tanpa terkecuali, meski anda melihat mereka sudah mengenal dan cukup familiar dengan benda maupun mainan yang dipegang serta sering dimainkannya.
  • Pengawasan terhadap anak sangat dibutuhkan.

Yah, demikianlah sedikit penyampaian dari saya mengenai Anak Anda Menelan Suatu Benda, Apa Yang Harus Dilakukan. Semoga informasi ini bisa berguna untuk anda sekalian, terutama bagi orang tua yang kini memiliki anak. Jangan lupa bantu share-nya yah? Terima kasih banyak…