Segitiga Bermuda Yang Penuh Tanda Tanya

Pernahkah kamu mendengar wacana mengenai “Segitiga Bermuda”? Mungkin saja kamu telah mengenalnya, namun sebagian dari kamu juga pasti ada yang belum mengenalnya. Untuk itu, saya akan membahasnya dalam artikel yang bertajuk “Segitiga Bermudah Yang Penuh Tanda Tanya”. Berikut ulasan singkat hingga detailnya:

Letak Segitiga Bermuda

Secara geografisnya, Segitiga Bermuda atau The Bermuda Trianle adalah suatu wilayah perairan yang terletak di Samudera Atlantik dengan memiliki luas sekitar 1,5 juta mil2 atau 4 juta km2 yang membentang garis Segitiga diantara area Bermuda. Area tersebut memiliki titik-titik batas wilayah seperti Britania Raya (sebelah Utara), Puerto Riko-Miami (sebelah Selatan), dan Florida (sebelah Barat).

Sejarah Segitiga Bermuda

Seorang penjelajah dunia sekaligus berprofesi sebagai pedagang asal Genoa, Italia, yakni Christopher Colombus adalah orang pertama yang berhasil melintasi wilayah Segitiga Bermuda dengan selamat. Ia diutus pergi bersama sejumlah rombongan awak kapal yang didanai oleh sang Ratu Isabella dengan dalih “Taklukkan area tersebut”.

Pada masa pelayarannya, Christopher Columbus serta para rombongan awak kapal melihat dan berkata “ada cahaya aneh berkilau ditengah cakrawala lautan”. Setelah diamati oleh sejumlah awak kapal lainnya, ada juga yang berkata itu merupakan sebuah meteor. Namun, dugaan dari seluruh awak kapal termasuk Christhoper Columbus itu sendiri ternyata adalah sebuah gambaran yang diyakini “Segitiga Bermuda”. Disaat bersamaan, Christopher bersama rombongan terus melanjutkan perjalanan hingga sampai dan berlabuh di benua Amerika pada tahun 1492.

Dalam buku catatannya, Christopher Columbus juga pernah menuliskan sebuah kenyataan dimana seluruh peralatan navigasi yang hendak dipergunakannya tak dapat berfungsi sama sekali disaat berada pada area tersebut (Segitiga Bermuda).

Terlepas dari itu semua, tepatnya ditahun 1951 seorang pria bernama E.V.W. Jones dari Magazine Associated Press, pernah mendokumentasikan berbagai peristiwa hilangnya beberapa “kendaraan” seperti kapal terbang dan kapal laut yang hendak melintasi area Segitiga Bermuda tersebut dengan judul artikel “Segitiga Setan”.

next

Peristiwa Yang Pernah Terjadi Di Segitiga Bermuda

Ada sejumlah peristiwa yang pernah terjadi di Segitiga Bermudah, diantaranya seperti:

* Penerbangan 19

Salah satu peristiwa yang sangat dikenal dalam banyaknya kasus kehilangan kapal terbang maupun kapal laut saat melintasi kawasan Segitiga Bermuda yakni penerbangan 19. Penerbangan 19 merupakan penerbangan yang dilakukan oleh para kesatuan angkatan udara Amerika Serikat terdiri dari lima kapal terbang.

Penerbangan 19 terakhir kali terdeteksi radar di Fort Lauderdale, Florida yang juga merupakan salah satu kawasan Segitiga Bermuda. Lantas, para ahli penerbangan dan kelautan yang ada di Amerika Serikat saat dikonfirmasi juga merasa heran, mengapa seluruh kapal terbang ini bisa mengalami kehilangan kontak serta radar, sungguh konyol. Apalagi kapal terbang tersebut juga dilengkapi dengan alat “apung otomatis” yang dimana walaupun jatuh diparairan dapat mengapung dengan sendirinya.

Disaat itupula, sejumlah tim regu penyelamat diturunkan untuk mencari tahu keberadaan kapal terbang beserta awaknya dengan menggunkan kendaraan laut dan juga helikopter. Namun sangat disayangkan, dimana bukannya mendapatkan hasil positif melainkan para regu tim penyelamat juga ikut lenyap disaat pencarian berlangsung. Hingga kini, kejadian tersebut masih misterius dan belum ada titik terang mengenai keberadaan mereka semua.

Beberapa peristiwa lainnya di Segitiga Bermuda secara singkat:

1840: Kapal HMS Rosalie (status; hilang tak ada kabar).

1872: The Mary Celeste adalah sebuah kapal laut yang mengangkut kargo serta penumpang dan ditemukan di Samudera Atlantik namun para awak kapal telah lenyap entah kemana.

1909: Kapal The Spray (status; hilang tak ada kabar).

1917: Kapal SS Timandra (hilang tak ada kabar).

1918: Kapal USS Cyclops (AC-4) (status; hilang tak ada kabar) walaupun pada saat itu, terlihat cuaca sangat cerah dan sangat baik untuk melakukan pelayaran.

1926: Kapal SS Suduffco (berlayar pada saat cuaca buruk dan hilang tak ditemukan).

1938: HMS Anglo Australian juga menghilang. Padahal menurut sejumlah laporan mengatakan cuaca hari itu sangat tenang dan layak untuk melakukan pelayaran.

1945: Penerbangan 19 dengan menggunakan lima pesawat terbang (hilang tak ada kabar).

1952: Pesawat British York (lenyap atau hilang termasuk 33 orang penumpang didalamnya, tak ada kabar hingga saat ini).

1962: US Air Force KB-50, sebuah kapal tanker yang hilang “bak” ditelan “bumi” dikawasan Segitiga Bermuda.

1970: Kapal Milton Latrides asal Perancis, hendak berlayar dari New Orleans menuju Cape Town dengan membawa sejumlah barang-barang (hilang tak ditemukan).

1972: Kapal Anita asal Jerman, pengangkut barang sekira 20.000 ton dengan awak kru sebanyak 32 orang (status; hilang tak ada kabar).

1976: Kapal SS Sylvia L. Ossa, hilang dikawasan Florida yang juga merupakan kawasan Segitiga Bermuda (status; tidak ditemukan).

1978: Douglas DC-3 Argosy Airlines Flight 902, menghilang kontak atau radar saat melintasi kawasan Segitiga Bermuda.

1980: Kapal SS Poet, hendak berlayar menuju Mesir namun lenyap diantara Segitiga Bermuda akibat badao besar yang menerjang (status; ditemukan).

1995: Kapal Jamanic K (dibuat tahun 1943) dilaporkan menghilang setelah melalui Cap Haitien.

1997: Kapal Pesiar asal Jerman, menghilang dan tak ditemukan hingga saat ini.

1999: Kapal Freighter Genesis (hilang setelah berlayar dari Port of Spain menuju St Vincent), status; tak ditemukan.

next

Penjelasan Beberapa Sumber

Berikut adalah beberapa penjelasan dari para narasumber yang juga menyatakan ada sejumlah keanehan mengenai “Segitiga Bermuda”. Berikut:

Muatan berlebihan (melebihi muatan yang ditentukan)

Perusahaan asuransi laut bernama Lloyd’s of London menyatakan bahwa Segitiga Bermuda bukanlah lautan yang berbahaya dan sama seperti lautan biasa di seluruh dunia. Namun, jika ada sebuah kapal laut yang ingin melintasi kawasan tersebut, disarankan agar tidak melebihi muatan atau beban. Penjelasan tersebut juga berdasarkan sejumlah pengamatan serta penyelidikan kasus-kasus lama yang pernah terjadi.

Gas Metana dan pusaran air

Penjelasan lain dari beberapa peristiwa lenyapnya pesawat terbang dan kapal laut secara misterius adalah adanya gas metana di wilayah perairan tersebut. Teori ini dipublikasikan untuk pertama kali tahun 1981 oleh Badan Penyelidikan Geologi Amerika Serikat. Teori ini telah diuji coba di laboratorium dan hasilnya memuaskan, dimana beberapa orang ahli memberikan penjelasan yang masuk akal seputar misteri lenyapnya pesawat-pesawat dan kapal laut yang melintas di wilayah tersebut.

Menurut Bill Dillon dari U.S Geological Survey, air bercahaya putih itulah penyebabnya karena disana terdapat “Tambang Metana” atau “Gas Metana” yang menumpuk dibawah dasar laut Segitiga Bermuda. Pusaran air bercahaya dengan bau gas metana tersebutlah yang dapat membahahayakan kendaraan laut dan para penumpang menghilang.

Gempa laut dan gelombang besar

Menurut sejumlah ahli yang menjelaskan secara teori mengatakan, diwiliyah Segitiga Bermuda sering terjadi suatu gesekan disertai goncangan didalam dasar laut yang mana dapat mengakibatkan gelombang dahsyat dan seketika pula kapal-kapal yang melintasi kawasan tersebut akan kehilangan kendali lalu tenggelam. Hal demikian juga berpengaruh besar terhadap penerbangan pesawat yang hendak melalui kawasan Segitiga Bermuda.

Gravitasi

Gravitasi (medan graviti) juga diyakini terdapat  dikawasan Segitiga Bermuda dimana gravitasi tersebut dapat membuat goncangan atau benturan kuat terhadap kapal laut maupun pesawat terbang. Hal ini akan mengganggu fungsi dari kompas atau alat navigasi lainnya menjadi tidak normal. Tidak hanya itu saja, gravitasi yang dimiliki Segitiga Bermuda juga dapat menenggelamkan kendaraan laut atau pesawat saat melintasinya namun terkadang kala saja.

Pangkalan UFO

Para Akademis Independen dari Amerika Serikat juga mempercayai bahwasannya Segitiga Bermuda merupakan sebuah pangkalan UFO yang ditinggali oleh sejumlah kelompok alien/makhluk luar angkasa sehingga kendaraan laut maupun udara yang ingin melintasi kawasan tersebut akan terhisap hanyut kedalam lautan. Namun, ada juga Akademis lainnya yang mengatakan disana terdapat magnet bumi sangat luar biasa dahsyatnya yang dapat menarik berton-ton logam ataupun besi.

Lorong waktu (worm holes)

Dalam sejarah, seperti yang telah kita semua dengarkan dan ketahui mengapa banyak kapal-kapal ataupun pesawat terbang yang menghilang dan tak ditemukan di perairan Segitiga Bermuda, itu dikerenakan masuk kedalam lorong waktu (worm holes) yang hingga saat ini masih misterius.

Seorang ilmuwan asal Amerika Serikat bernama Ado Snandick berkata, indera penglihatan manusia tidak dapat melihat keberadaan benda maupun ruang yang ada didalam lorong waktu itu secara objektif.

Adapun salah seorang ahli lainnya bernama John Buckally juga mengemukakan secara teori sebagai berikut:

  • Lorong waktu dengan dunia manusia bukanlah suatu sistem waktu, setelah memasuki seperangkat sistem waktu, ada kemungkinan kembali ke masa lalu yang sangat jauh, atau memasuki masa depan, karena di dalam lorong waktu tersebut, waktu dapat bersifat searah maupun berlawanan arah, bisa bergerak lurus juga bisa berbalik, dan bahkan bisa diam membeku.
  • Objektifitas keberadaan lorong waktu adalah bersifat kematerialan, tidak terlihat, tidak dapat disentuh, tertutup untuk dunia fana kehidupan umat manusia, namun tidak mutlak, karena kadang-kadang ia akan membukanya.
  • Menilik dari dunia fana terhadap manusia; jika seseorang memasuki lorong waktu tersebut berarti hilang secara misterius, dan jika keluar dari lorong waktu itu, maka artinya muncul lagi secara misterius.

Meskipun beberapa teori telah terlontarkan dari para ahli, namun setiap pernyataan tersebut belumlah dapat memuaskan kita sebagai manusia jikalau berpikir secara nalar maupun logika.

Nah, untuk itupula saya membuat artikel berjudul “Segitiga Bermuda Yang Penuh Tanda Tanya”. Dan sampai disini pula akhir penulisan saya mengenai hal tersebut. Semoga bermanfaat dan berguna yah. Terima kasih…

Wikipedia