List Kecelakaan Kereta Api Di Indonesia

Kecelakaan adalah suatu insiden atau kejadian yang dapat membahayakan diri seorang manusia. Umumnya, kecelakaan dapat menimpa seorang manusia lantaran adanya kelalaian ataupun kenaasan manusia itu sendiri. Kecelakaan dapat terjadi dimana saja, terhadap siapa saja tanpa kecuali alat transportasi yang satu ini yaitu Kereta Api. Rentetan kecelakaan pun pernah terjadi di perkeretaapian Indonesia dari dahulu hingga saat ini. Ada saja alasan mengapa kereta api ini mengalami kecelakaan seperti perlintasan yang kurang terawat dan kondisi mesin kereta api yang kuno. Baca juga, Jalur Kereta Api Terekstrim Didunia.

Tanpa bermaksud untuk mengungkit atau menjelekan kereta api yang ada di Indonesia, mari kita lihat dan simak List Kecelakaan Kereta Api Di Indonesia. Check This Out…

1) Lembah Anai, Sumatera Barat

th-2

Lembah Anai, Sumatera Barat adalah salah satu lokasi jalur kereta api yang dikenal memiliki catatan sejarah mengerikan untuk perkeretaapian Indonesia.

Disini, pernah ada dua kali kecelakaan kereta api terjadi dimana pada tanggal 25 Desember 1944 dan 23 Maret 1945 dengan alasan yang sama yakni rem blong telah memakan korban jiwa sebanyak 450 orang penumpang yang masing-masing terdiri dari 200 orang tewas dan 250 orang selamat namun mengalami luka berat.

Disitu pula, ada berdiri satu Tugu Prasasti yang diyakini merupakan batu nisan tempat dimana korban tewas kecelakaan kereta api ini dimakamkan.

2) Tragedi Bintaro

th-3th-4

Pada tanggal 19 Oktober 1987, insiden tabrakan kereta api kembali terjadi dimana lokomotif berlambang KA 225 Patas Merak berhataman dengan KA 220 jurusan Rangkasbitung-Tanahabang di area Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan. Kecelakaan kereta api ini terjadi karena adanya kesalahan waktu dan persilangan jalur. Seharusnya dua kereta api ini bersilang di stasiun Sudimara, namun akibat keterlambatan KA 225 maka persilangan jalur terpaksa dipindahkan ke stasiun Kebayoran. Dan disaat itu pula tabrakan tak dapat terelakan. Pada insiden yang dikenal dengan sebutan Tragedi Bintaro ini telah memakan korban sebanyak 156 orang tewas dan 300 lainnya terluka.

3) Kecelakaan di Ratu Jaya, Depok

th-5

Kecelakaan kereta api di Indonesia selajutnya yaitu tabrakan antara dua lokomotif kereta api bernama KA 146 Empu Jaya dengan KA 153 Gaya Baru Malam Selatan di Ratu Jaya, Depok. Kecelakaan ini menambah daftar sejarah buruk perkeretaapian Indonesia setelah Tragedi Bintaro.

Peristiwa kecelakaan yang terjadi pada 2 November 1993 tersebut menyebabkan ratusan orang mengalami luka berat dan korban tewas sebanyak 20 orang. Belum diketahui secara pasti apa penyebab terjadinya tabrakan kedua kereta api ini namun menurut sejumlah sumber, kecelakaan ini terjadi akibat kesalahan waktu pada saat melintas dijalur yang sama.

4) Kecelakaan di Ketanggungan Barat, Brebes

th-6

Kecelakaan kereta api ini sama-sama didalangi oleh kedua lokomotif yang tertera pada nomer tiga (diatas) yakni KA 146 Empu Jaya dengan KA 153 Gaya Baru Malam Selatan namun berbeda lokasi dan waktu tabrakan. Kalau kecelakaan kereta api ini terjadi distasiun Ketanggungan Barat, Brebes, pada tanggal 25 Desember 2001 atau bertepatan dengan hari Natal.

Menurut beberapa sumber yang berhasil terhimpun, kecelakaan kereta api ini terjadi akibat KA 146 Empu Jaya melanggar sinyal masuk stasiun yang pada saat itu berlampu merah (kereta api harus berhenti) dan menghantam kereta api Gaya Baru Malam Selatan yang sedang “stay” menunggu aba-aba persilangan jalur. Dalam insiden ini, 31 orang tewas dan 53 lainnya mengalami luka berat maupun ringan.

5) Di Koto Luar, Pauh Lima – Indarung

th-7

Ini merupakan jalur atau perlintasan kereta api yang terletak di Sumatera Barat, Indonesia. Disini, pernah juga tercatat ada dua kereta api bernama BB 306 15 dengan BB 204 10 yang bertabrakan tepatnya di Koto Luar kilometer 11+450 Pauh Lima-Indarung pada tanggal 10 Juni 2002 pukul 11.37 WIB. Kereta api BB 306 15 yang membawa 7 rangkaian gerbong semen menabrak KA BB 204 10 yang mengangkut 8 gerbong pembawa batubara. Kecelakaan kereta api kali ini cukup beruntung dimana tidak ada korban tewas namun para Masinis mengalami luka berat dan ringan. Tidak diketahui secara pasti mengapa kecelakaan ini dapat terjadi namun menurut informasi yang berhasil terhimpun ini murni kelalaian dari instruktor stasiun.

6) Kecelakaan Di Angke, Tambora, Jakarta Barat

th-8

Kecelakaan ini terjadi antara KRL 1528/JR 205 dengan bus metromini pada tanggal 6 Desember 2015. Sekitar 18 orang tewas dalam insiden tersebut yang diketahui dari penumpang metromini. Menurut sejumlah informasi, kecelakaan ini terjadi akibat kelalaian dari pengemudi metromini yang berani menerobos palang perlintasan kereta api yang akan dilalui KRL 1528/JR 205.

7) Kecelakaan di PJL Gunung Sahari

th-9

Sebuah mobil Avanza serta bus Transjakarta mengalami tabrakan kereta api Senja Utama Solo pada tanggal 19 Mei 2016 di PJL Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Tidak diketahui secara pasti mengenai korban jiwa yang tewas namun sekitar 30-an orang dinyatakan mengalami luka berat maupun ringan. Peristiwa kecelakaan yang menimpa tiga alat transportasi ini dikarenakan adanya kelalaian petugas palang pintu kereta api yang berjaga disana.

Nah, itulah sejumlah list kecelakaan kereta api yang pernah terjadi di Indonesia dari saya selaku penulis totorotimes.com. Seluruh informasi diatas, didapatkan dari berbagai sumber terpercaya dan berkualitas. Semoga bermanfaat dan terimakasih telah berkunjung. : )